Solo

Dawet identik dengan warna hijau, namun di Purworejo ada dawet khusus berwarna hitam. Warna hitam alami didapat dari penggunaan sedotan.

Berwisata ke Purworejo, Anda bisa mencicipi dawet hitam yang ikonik. Warnanya hitam karena berasal dari jerami atau batang padi yang dibakar atau disebut oman.

Dawet ireng awalnya diciptakan pada tahun 1950-an oleh warga Purworejo, Mbah Ahmad Dansri. Ia menciptakan dawet hitam untuk dinikmati para petani saat musim panen.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Mbah Ahmad menawarkan minuman tersebut dengan cara mengembara dari sawah ke sawah. Setelah meninggal, minuman tersebut masih dijual oleh putranya, Nawon.

Kini dawet ireng Mbah Ahmad masih dibuat oleh Wagiman generasi ketiga. Warga Purworejo masih banyak yang menyukai minuman segar ini.

Dawet ireng Mbah Ahmad dijual di pinggir Jalan Purworejo-Kebumen, Desa Butuh, Kecamatan Butuh, tepatnya di sisi timur Jembatan Butuh. Semangkuk es dawet ireng dijual dengan harga 5 ribu rupiah saja.

Jika ingin membuatnya sendiri, resep es dawet ireng sebenarnya mudah untuk diikuti. Ini resepnya:

Es Dawet Ireng di Jalan Selatan Kemranjen-Sumpiuh Kabupaten Banyumas, Kamis (20/4/2023).Es Dawet Ireng di Jalan Selatan Kemranjen-Sumpiuh Kabupaten Banyumas, Kamis (20/4/2023). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Bahan Dawet :

500 gram tepung sagu
1 genggam stroberi/batang padi
1250ml air
500 ml santan
1 sendok teh garam
Es batu secukupnya

Bahan Sirup Gula Jawa :

250 gram gula merah
125 gram gula pasir
250ml air
2 lembar daun pandan

Bagaimana membuat:

1. Sirup Gula Jawa : rebus semua bahan hingga mendidih dan gula larut. Saring lalu sisihkan.
2. Santan : campur santan dan garam, sisihkan.
3. Larutkan tepung sagu dengan 750 ml air hingga halus. Jika perlu, saring melalui kain, sisihkan.
4. Panggang strawberry hingga menjadi abu, rendam dalam 750 ml air. Aduk hingga hitam lalu saring melalui kain.
5. Rebus larutan strawberry hingga hampir mendidih. Sebelum mendidih masukkan campuran sagu. Aduk hingga matang dan menjadi seperti bubur.
6. Siapkan baskom berisi air dingin dan saring halus di atasnya.
7. Ambil buah strawberry panas yang sudah matang sesuai selera. Masukkan ke dalam cetakan, lalu tekan.
8. Biarkan ampas jerami mengalir melalui lubang kecil saringan tepat di atas air dingin, tiriskan.
9. Penyajian: ambil gelas saji, masukkan dawet hitam, es batu, tuang santan dan sirup gula jawa. Es dawet hitam siap dihidangkan.

Artikel ini ditulis oleh Muthia Alya Rahmawati, salah satu peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

Artikel ini telah tayang di detikjateng dengan judul Mengenal Es Krim DawetIreng, Minuman Manis dan Segar Khas Purworejo.

Menonton video “Bikin Lapar: Duet Dawet Ireng dan Kupat Tahu yang Sulit Ditolak
[Gambas:Video 20detik]
(isak/adr)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *