Site icon Food Blog Ciali

Rozma Suhardi, Ibu 3 Anak Penyuka Baking yang Membesarkan Amy dan Kek


Jakarta

Amy and Cake terkenal di kalangan pecinta kue sebagai kafe Instagrammable dengan suguhan lezat. Rozma Suhardi, sosok di balik kafe ini menceritakan kecintaannya pada dunia baking sehingga bertekad mendirikan Amy and Cake.

Nama Rozma Suhardi terdengar asing di telinga banyak orang karena wanita ini pernah tergabung dalam grup selebriti bernama Girl's Squad. Ia berteman dekat dengan Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar.

Tak hanya itu, Rozma Suhardi pernah bekerja sama dengan Nia Ramadhani, Luna Maya, dan Titi Kamal dalam menjalankan bisnis kulinernya. Merek yang diluncurkan adalah Roti Mama Nia, Waluma, dan Vava Cake yang sedang 'booming'.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Selain itu, Rozma Suhardi menjalankan usaha memasaknya sendiri. Wanita kelahiran Makassar ini memiliki kafe kue Instagrammable bernama Amy and Cake.

Ditemui di Pantry Magic, Kemang (23/2/2024), Rozma Suhardi bercerita lebih banyak kepada detikfood tentang kecintaannya pada dunia kuliner dan bisnisnya. Ibu 3 anak ini sepertinya sudah lama tertarik dengan dunia memasak dan membuat kue.

Sarjana Ekonomi dengan ketertarikan pada dunia kuliner

Cinta Rozma SuhardSaya mulai belajar tentang dunia memasak sejak kecil ketika saya melihat kecintaan ibu saya terhadap memasak. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Rozma Suhardi mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang memasak. Beliau memegang gelar Sarjana Ekonomi. Namun ketertarikannya yang semakin besar terhadap dunia memasak membawanya untuk terjun ke bisnis kuliner yang dimilikinya sekarang.

“Kalau ditanya soal memasak, mungkin itu warisan dari ibu saya karena ibu saya sangat suka memasak. Jadi saya sering ketemu dan tidak terlalu membantu, (tapi) itu kenangan masa kecil,” kata Rozma Suhardi. .

Dia bersekolah di sekolah kuliner, tetapi tidak menyelesaikannya karena dia hamil. Namun langkahnya tidak berhenti sampai di situ. Rozma Suhardi masih antusias mengikuti kelas kuliner singkat di luar negeri.

“Kadang libur sebulan, saya luangkan waktu seminggu untuk mengikuti kelas (memasak/membuat kue). Misalnya kalau ke Eropa, Jepang, atau Korea Selatan, saya menyempatkan diri mengikuti kelas untuk mencari tahu apa yang populer di sana. Jadi saya cukup tahu teknik memasak/memanggang seperti ini,” lanjutnya.

Ia juga mengamati bahwa makanan Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan makanan di luar negeri, terutama di negara-negara Barat. Rozma mengatakan, “Makanan luar negeri dan makanan Indonesia sangat berbeda. Kita kaya akan rempah-rempah dan pengerjaannya bisa dibilang sulit dibandingkan makanan luar negeri.”

Amy dan Cake mulai di garasi

Rozma Suhardi terus merasakan passionnya dalam memasak dan membuat kue hingga pada tahun 2015, sebuah ide yang lebih besar muncul di kepalanya. Saat itu anak-anaknya sudah besar sehingga ingin melanjutkan aktivitas lainnya.

Rozma Suhardi mengatakan, saat itu ada 3 pilihan, yakni menjadi desainer, makeup artist, atau memulai bisnis baking. “Terus waktu itu saya buatkan kue untuk dinikmati dan dibagikan ke teman-teman. Akhirnya mereka bertanya 'ada lagi', 'oh enak',” kata perempuan ramah ini.

Dari situlah ia berani menjual Lapis Legit dan Lapis Surabaya. “Awalnya dari bengkel, dibantu ponakan. Cuma iseng aja kok,” sambungnya.

Dia menawarkan dua kue lapis tersebut secara online dan sepertinya laris manis. Jumlah karyawan terus bertambah dan bisnis terus berkembang. Hingga tahun 2019, ia membuka Amy and Cake di Kemang.

Setahun lagi buka toko di Bintaro. Setahun lagi buka di Lebak Bulus, lanjutnya. Kini Amy and Cake juga sudah mempunyai 3 cabang dan terus berkembang dengan pilihan menunya.

Sebuah kafe Instagrammable yang terinspirasi dari kafe-kafe di London

Suasana Instagramable Amy dan Cake di Bintaro Sektor 9. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Mengintip interior Amy and Cake yang dipenuhi bunga dan Instagrammable di setiap cabang, Rozma mengaku terinspirasi dari kafe di London.

Katanya, “Kafe mereka kecil tapi lucu. Satu hal yang membuatnya lucu adalah karena interiornya, misalnya, penuh dengan bunga. Membuat ibu-ibu khususnya wanita merasa nyaman duduk di sana.”

Rozma Suhardi pun menyadari bahwa 'kebutuhan' banyak orang saat ini adalah unggahan media sosial. Dengan makan di Amy and Cake yang Instagrammable, harapannya bisa memenuhi 'kebutuhan' tersebut.

Sedangkan untuk menunya, Amy and Cake menawarkan berbagai macam kue dan makanan yang menggunakan bahan-bahan premium, namun tidak melupakan ciri khas atau cita rasa Indonesia.

“Kuenya tidak terlalu manis seperti di negara lain. Lagi pula, kue kami adalah kue bolu yang lembut karena orang Indonesia sangat menyukai kue yang lembut. Semua bahan di Amy dan Kek 100% halal. Proses untuk mendapatkan sertifikat halal 90 % berjalan, jadi insya Allah bulan depan sertifikat halalnya akan terbit, ujarnya.

Nama Amy dan Cake sendiri memiliki keterkaitan yang kuat dengannya. Amy adalah nama panggilannya sejak kecil. “Anak-anak tidak menyebut dirinya 'Mama', tapi 'Ami', jadi 'Amy and Cake' yang artinya 'kamu dan kuemu',” ujarnya.

Rozma Suhardi mempromosikan makanan khas Makassar dan berbicara mengenai tantangan bisnis. Baca halaman berikutnya

Exit mobile version